KUAS TAK BERTINTA ------ Let's Think and Do It

Senin, 14 Mei 2018

Metaphor: Kisah Sang Sakit


Namanya Sakit. 

Dia selalu mengalah dan muncul di akhir sebuah kisah. Kisah perih bertinta darah, kisah perih bewarna air mata. 

Sakit yang hancur memecah bagaikan kaca, Sakit yang lebur di titik panas tertinggi. Dia tau semua benci, tapi dia tidak bisa memilih. Bukan, dia tak mungkin memilih.


Dia sadar dia hanyalah Sakit, teman baiknya perih dan luka. Puncak tertingginya adalah mati rasa. Lagu pengantar tidurnya jerit tangis manusia. Pakaiannya selalu terajut untaian benang derita.
Bukankah ini hanya sebuah ironi?

Bagaimana dengan Kalian? Kenalkah Kalian dengan Sakit? Maksudnya, apa Kalian mengenal Sakit yang sebenarnya?
Kalian yang selalu berpikir bahwa semuanya menyakitkan. Kalian yang selalu menangis saat Sakit hendak menyapa. Kalian belum merasakan Sakit yang sesungguhnya.

Semuanya salah Kalian. Kalian yang menutup mata sejak awal... dan baru membukanya di akhir kisah. Kalian yang pura-pura bodoh tak melihat Sakit sejak awal. Iya, Kalian.

Sudah kubilang...
Sakit selalu mengalah dan muncul di akhir kisah, kan?
Inilah akhir kisahnya.
Dalam judul sebuah penyesalan.

0 comments:

Posting Komentar

Berpikir untuk meninggalkan pesan/review? :)))