KUAS TAK BERTINTA ------ Let's Think and Do It

Tampilkan postingan dengan label Opinion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opinion. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Desember 2025

Opinion: Now I Really See You "in The Quiet Glow of The ICU"

 تَبٰرَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُۖ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌۙ

Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

ࣙالَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُۙ

Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.


Entah sudah berapa kali mengulang surat ini setiap malam datang, berkali-kali itu pula aku belum bisa memaknai firman-Nya. Aku membaca, mengarti, mencoba memahami. Mencoba lagi, lagi, dan lagi. Sebelum pagi datang dan aku harus bekerja kembali. kembali ke ICU.

Minggu, 31 Desember 2023

Opinion: The Journey of Enlightenment

Aku kembali...
Kembali berbalik, kembali lagi dan lagi.
Kembali mengulang putaran rotasi dalam setiap fase evolusi
Aku kembali, namun kali ini bukan karena tersesat atau frustasi

Aku kembali, dengan berbagai pikiran baru yang silih berganti
Aku kembali dengan kesadaran itu sendiri
Aku kembali dengan keinginan untuk menyepi

Aku kembali ke sini.

Kamis, 21 Januari 2021

Opinion: Stuck in The Paradox of Morality


When we were young and still in love
We didn't care what we were made of
Our eyes were set on a distant sun
It was shimmering gold
Then slowly one by one
We carried our past and cradled the storm
We tried to conceal the scars we wore
'Cause we couldn't show what we couldn't show
Space - Biffy Clyro
Seperti yang saya bilang dalam postingan sebelumnya mengenai Master Plan tahun 2021 ini, Saya akan berusaha sekeras berlian, bergerak secepat cahaya, dan mengalir sefleksibel air terhadap takdir.
Bulan Januari bahkan belum habis dan bisa-bisanya otak ini sudah mulai overthinking lagi. Hahaha...
Kali ini apa overthinkingnya? 
Masuk ke 2021... "Stuck in The Paradox of Morality"

Senin, 30 November 2020

Opinion: Falling Apart

 Hai...

Sorry not sorry saya selalu kembali mengisi blog ini dengan opini. Opini pribadi, tanpa data, murni perasaan.

Beberapa bulan belakangan, saya mencoba keluar dari zona nyaman. Berusaha menjadi anak super sosial, berusaha keras menjalin komunikasi sebanyak mungkin dengan siapapun, dan mulai menyadari macam-macam emosi yang ada di sekitar saya. Ada banyak kehidupan lain yang menarik selain hidup saya sendiri rupanya. Hahaha, hidup dalam kepala sendiri terkadang membosankan dan saya pikir tamasya ke zona luar cukup menyenangkan.

Saya bermain peran. Mencoba mereverse kepribadian. Saya mencoba menjadi ekstrovert, begitu terbuka terhadap beberapa hal. Kaget dengan sensasi lega sesaat sebelum akhirnya mulai menyesal menceritakan beberapa hal pribadi (yang walau sebenarnya bukan tergolong privasi bagi saya. Tenang saja, saya paham batasannya) pada orang lain. Mencoba lebih mengobservasi dunia luar, menyikapi sesuatu dengan spontan, walau tetap ada sedikit planning. Yang terpenting, saya mencoba bereksperimen dengan perasaan... mencoba merasakan perasaan orang normal. Menyenangkan, tapi melelahkan.

Saya tak menyangka bahwa...

Menyadari akan adanya berbagai emosi dalam diri itu ternyata.... sangat aneh dan terasa asing bagi diri saya.

Tenang saja, saya bukan orang dengan bipolar. Saya sadar sepenuhnya ketika memutuskan untuk berada dalam fase A, B, C, dan seterusnya. Mungkin saya harus mendeskripsikan diri sebagai normal yang abnormal? 

Rabu, 18 November 2020

Opinion: Lega untuk Menyesal



Baru kali ini aku bingung dan tidak bisa memutuskan harus mulai dari mana.

Aku selalu berusaha keras belajar memahami jalan pikiranku sendiri. Selalu berusaha berdamai untuk menyelesaikan kontradiksi yang bergelut dalam diri.
Bergerak pada satu garis lurus namun tetap waspada, takut jika hal-hal sekitar merusak garisku. Begitulah caraku menjalani hidup.

Otak manusia itu aneh. Cara kerja otak membuat manusia ada di puncak tertinggi rantai makanan, menjadi spesies paling manipulatif di bumi. Otak dengan segala kehebatannya, membuat manusia menyikut sana-sini bahkan dengan sesama. Otak yang penuh kontrol, mulai dari tingkat terendah berupa naluri penuh hasrat hingga fungsi luhur tertinggi. Otak yang berharga, merekam seluruh memori menciptakan rasa maupun asa. Otak yang inovatif dan kreatif, mampu melihat pola dan menerapkannya melalui daya cipta.

Rabu, 14 Oktober 2020

Opinion: Menenun Renung


Aku, teraktivasi dari kumpulan kerja sama gen yang disentuh lingkungan duniawi. 
Aku, secara naluri menggunakan seluruh aspek diri, mempertahankan aktivasi hidup yang diberi. 
Aku, entah sejak kapan mengklasifikasi beda diri dengan sekitar, sadar akan pembatas intra dan inter.
Aku, merasa sombong menggunakan fungsi luhur tertinggi, mulai berani mencari tak hanya sekadar diberi.

Aku yang kini mulai berlari, melesat tak terkendali.
Aku yang melambung tinggi, mendadak terhempas ke dasar oleh gravitasi.
Aku yang penyangkal tingkat tinggi, tak peduli berpikir di tengah lautan api.
Aku yang menyala menerangi seluk-beluk negeri, mencari yang tak pasti hingga akhirnya berpikir untuk kembali.

Ya, aku... si pencari jati diri yang berujung tersesat merasa frustasi.

Hisashiburi...
Hai, sepertinya pandemi telah menyelamatkan sisi kehidupan yang hampir saya hapus dalam memori. Well, mari kita lihat sudah sejauh apa perubahan gaya menulis saya? Tenang aja, saya gak bakal formal dan akan pake gaya bahasa kasual setelah ocehan buntu sok puitis yang di atas.

Senin, 08 Januari 2018

Opinion: Berpikir Bahwa Berpikir


Aku berbeda dari orang lain. Tentu saja, hal tersebut merupakan pernyataan klise. Sudah jelas bahwa setiap orang itu berbeda. Dari hal terkecil macam gen sampai pola pikir otak mereka. Mereka tidak bisa memilih susunan basa nitrogen dalam DNA sebelum dilahirkan, kan? Membuat permintaan khusus ingin dikandung ibu siapa, ayah yang bagaimana, dan lainnya. Mereka hanya bisa menerima. Terkesan sangat tak adil, bukan?

Tapi terkadang ada yang mengganjal pikiranku... Siapa yang sebenarnya tidak adil? Tuhan yang menciptakan kita tanpa memberikan opsi untuk memilih atau kita sendiri sebagai manusia ciptaannya? 

Selasa, 09 Agustus 2016

Opinion: Same But Different


Apa yang kalian rasakan saat menatap hal yang sama namun terasa berbeda?
Apa yang kalian pikirkan ketika sadar ada sesuatu yang hilang  dan terasa mengganjal?
Pernahkah kalian mencari jawaban mengapa emosi terkadang dapat mengalahkan rasionalitas?
Aku sendiri tak pernah mengerti... akan hal yang sama namun terasa berbeda.