KUAS TAK BERTINTA ------ Let's Think and Do It

Sabtu, 17 Oktober 2020

Book: The Magic of Reality

 


Kalau kalian tanya buku apa yang paling mengesankan bagi saya hingga saat ini, jawabannya adalah The Magic of Reality. 
Bukan karena teori gila yang dicetuskan oleh si Dawkins dalam buku ini, oh ayolah... masih ada The Selfish Gene yang lebih kontroversial. Bukan juga karena diksi super indah yang disajikan dalam setiap paragrafnya. Ilustrasi? Ilustrasinya memang keren, tapi masih banyak buku lain yang menurut saya punya gambar lebih wah.


Terus kenapa yang dipilih adalah buku ini???
Oke, pertanyaan di atas benar-benar memancing saya buat ngumbar segala kesan saya mengenai buku ini. Yah, biarpun setiap saya mereview buku pasti isinya spoileran semua www.
So, mari kita telaah buku ini secara tuntas dengan butir-butir penelaahan versi saya.



Judul:The Magic of Reality (Sihir Realitas)
Penulis: Richard Dawkins (2011)
Ilustrasi: Dave McKean
Penerjemah: Wendy Hirai
Penerbit: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Cetakan: April 2015
Jumlah halaman: 269 halaman
ISBN: 978-979-91-0852-4 




Mulai dari Cover. Pertama kali saya ngeliat cover buku ini di toko buku tahun 2019, rasa penasaran langsung bangkit which is good enough dari segi penarikan atensi. Yah biarpun sebenernya saya tertarik karena ada nama Richard Dawkins di sampulnya (saya fans Dawkins btw wwww). Judul 'The Magic of Reality' yang didesain segede gambreng dengan warna yang kontras sama background juga sangat memunculkan rasa pengen megang terus intip halaman belakangnya, kepo sama sinopsis.

Sinopisis sebenarnya sangat marketing, walaupun di awal hampir saya kecewa dibuatnya. "Ada berbagai pertanyaan besar yang diajukan manusia: Terbuat dari apakah segala benda? Bagaimana alam semesta bermula? Mengapa ada banyak jenis makhluk hidup? Mengapa ada siang dan malam?" 

Pertanyaan yang sebenernya sangat childish. Saya pikir seluruh anak (seenggaknya) SMA di jurusan IPA sudah tahu pasti jawabannya. Lagian waktu itu saya udah jadi anak kuliahan, cukup banyak teori yang udah diajarin.

Terbuat dari apakah segala benda? Teori atom.
Bagaimana alam semesta bermula? Teori bigbang.
Mengapa ada banyak jenis makhluk hidup? Teori evolusi.
Mengapa ada siang dan malam? Teori heliosentrisme.

Lanjut ke kalimat selanjutnya:
"Dulu manusia menjawabnya dengan mitos dan legenda, kisah serba ajaib yang berusaha menjelaskan gejala alam. Kini ada penjelasan yang tak kalah ajaibnya: sains, yang menjawab pertanyaan-pertanyaan besar dengan melihat dan meneliti realitas itu sendiri, mempelajari apa yang benar-benar nyata. Inilah buku yang menyandingkan jawaban kedua jenis penjelasan itu: sihir mitos, dan sihir realitas - sains."

Well ya, dari kecil saya udah dicekokin banyak buku cerita oleh kedua ortu. Bener-bener baca tuntas seluruh buku cerita dari legenda, mitos, bahkan cerita cerpen majalah-majalah anak. Ketika baca sinopsis ini, yang muncul di benak saya waktu itu adalah, "Sumpah, kenapa si Dawkins baru buat buku ini di tahun 2011 dan masuknya ke Indonesia baru sekarang?! Masa kecil saya kurang bahagia."

"Pengantar sains paling jernih dan apik yang pernah saya baca - Philip Pullman".

Fix saya harus baca, gitu pikir saya. Saya udah menduga-duga kalau buku ini memang ditargetkan buat anak kecil, jadi gak berekspektasi banyak terhadap teori yang disajikan. Saya juga nebak kalau teori yang dipaparkan adalah teori yang sudah kita kenal luas selama ini, tapi karena Dawkins yang nulis buku ini saya akhirnya mutusin tetep beli (saya udah baca The Selfish Gene sebelumnya dan menurut saya teori gen di bukunya sangat mindblowing sampe saya gak kepikiran sama sekali).

Karena saya belinya di Gramedia (taulah ya gimana mahalnya buku di sana wwww) dan juga dalam bentuk fisik, Harga yang saya dapet waktu itu sekitar 140 ribuan. Mahal banget emang. Pas saya buka plastik pembungkusnya, baru saya ngerti kenapa bisa semahal itu. 

Covernya emang tipis, gak hard cover, cuma you guys have to know betapa bagusnya Jenis Kertas halaman yang dipake. Iya, bukunya pake art paper karena ternyata isinya juga bukan cuma tulisan biasa. Bukunya penuh ilustrasi yang sangat epic menurut saya. Dave McKean pinter banget dalam mengilustrasikan teori-teori bukunya, bener-bener membantu dalam menjelaskan. 

Buat Ilustrasi di bagian penjelasan mitos dan legenda, style gambar yg dipake adalah surealisme kental sementara buat bagian sains, kebanyakan yang dicantumin adalah foto asli yang dikutip dari NASA, Museum Sains, dan berbagai sumber valid lainnya. Desainnya terkonsep banget tapi tetep dapet sentuhan seni tingkat tinggi. Kagum saya www.

Pindah ke isi bukunya. Di buku ini ada 12 bab yang jadi inti pemaparan:
  1. What is reality? What is magic? (Apa itu realitas? Apa itu sihir?)
  2. Who was the first person? (Siapakah orang pertama itu?)
  3. Why are there so many different kinds of animals? (Mengapa ada banyak sekali jenis hewan?)
  4. Why are things made of? (Segala sesuatu itu terbuat dari apa?)
  5. Why do we have night and day, winter and summer? (Mengapa ada malam dan siang, musim dingin dan musim panas?
  6. What is the sun? (Apa itu matahari?)
  7. What is a rainbow? (Apa itu pelangi?)
  8. When and how did everything begin? (Kapan dan bagaimana segalanya bermual?)
  9. Are we alone? (Apakah kita sendirian?)
  10. What is an earthquake? (Apa itu gempa?)
  11. Why do bad things happen? (Mengapa hal buruk terjadi?)
  12. What is a miracle? (Apa itu keajaiban?)
See? Pertanyaan yang banyak banget kita temuin di buku macem ensiklopedia atau majalah anak-anak, kan?
Pertanyaannya bener-bener simpel, sederhana, dan berkesan receh terutama bagi orang dewasa. Oke, ilustrasi yang kebagi rata antara surealis dan data real asli ditambah pertanyaan receh tapi mancing buat mikir. Apa saya bilang, targetnya emang buat anak kecil ternyata.

Ketika saya mulai baca halaman pertama, kedua, dan seterusnya... otak saya yang tadinya menilai buku ini remeh mendadak berbalik. Gaya berpikir dan cara Dawkins menggiring opini di buku ini masih sama kayak di The Selfish Gene maupun River Out of Eden. Terstruktur, logis, tapi santai. Lebih santai lagi malahan di buku ini. Jokes yang dibawain ala bapak-bapak tapi tetep asyik wwww.

Gaya Bahasa yang dia bawain bener-bener terasa kayak orangtua yang berusaha bimbing anaknya dalam memahami ilmu pengetahuan. Buku yang bener-bener pas buat anak kecil. Anak kecil yang obses sama sains. Buku ini juga cocok buat orang dewasa yang sangat awam dalam sains. Paparan materinya akurat, menjelaskan gimana cara kerja sains bagi dunia, tapi dengan cara yang sangat simpel. Gak habis pikir, gimana mungkin sains biologi, kimia, dan fisika yang saya pelajarin selama ini bisa dijelaskan segampang itu. Dawkins tau cara menarik garis besar dari setiap teori sains dan menceritakannya ulang kurang dari 300 halaman.

Secara garis besar, buku ini berisi 2 pokok bahasan utama, Mitos vs Sains. Dawkins memaparkan mitos di bagian pembukaan, ngasih beberapa jenis mitos yang berbeda satu sama lain tapi tetap berhubungan dengan pokok bahasan. Saya sangat menikmati mitos-mitos yang diceritain, ngingetin sama buku-buku dongeng yang dulu kecil sering saya baca. Setelah bagian mitos yang memancing imajinasi kita berakhir, isi buku seolah ngebangunin kita ke realita dengan fakta sains yang diberikan. Dawkins kelihatan ngajak pembaca buat mikir secara rasional, ngebedain dengan jelas mana mitos dan mana fakta. Bagus banget caranya ngejelasin buat anak-anak.

Yang bakal selanjutnya dibahas adalah isi dari setiap teori per bab. Saya bakal berbaik hati ngeringkasin teori-teori yang ada di setiap bab buat kalian www. Yah, walaupun cenderung berdasarkan interpretasi otak saya sendiri. Semoga isinya gak melenceng-melenceng amat dan cukup jadi gambaran mengenai isi bukunya. 


1. What is reality? What is magic?

Di bab awal Dawkins ngajak kita mikir mengenai batasan definisi konkrit dari realitas dan sihir.

Kurang tepat kalau kita menganggap realitas adalah hal yang bisa diketahui secara gamblang. Banyak hal yang dulu masih misteri dan belum ditemukan tapi akhirnya bisa dibuktikan keberadaannya. Realitas gak selalu bisa dinilai melalui indera semata, kita butuh alat bantu karena indera kita terbatas. Entah dari mikroskop, teleskop, dan lainnya. Dawkins juga ngenalin cara saintis menguji imajinasi hipotesis mereka, yaitu dengan membuat model percobaan. 

Tiga hal yang bisa dilakuin untuk menilai realita. Tingkat terendah adalah dengan indera, tingkat selanjutnya adalah dengan indera + alat bantu. Yang terakhir adalah dengan menggunakan otak. Mikir. Kita harus bisa mikir dan mengelola informasi yang alat indera kita tangkap, entah dengan model percobaan, ngehayal (berhipotesis maksudnya), dan mengujinya.

Sementara itu, bagi Dawkins sihir dibagi jadi 3: sihir adi-alami (semacam mantra, mirip yang ada di dunia dongeng maupun mitos, fiksi), sihir panggung (menipu, sulap), dan sihir puitis (kagum akan sesuatu, tersihir oleh keindahan kenyataan. Kenyataan yang saking indahnya kayak dibuat oleh sihir).

Di sanalah sains memposisikan dirinya. Sihir realitas (yang terakahir). Mengagumkan. Mengagumkan ketika kita bisa membuktikan mekanisme apa yang terjadi sebenarnya di balik mitos dan dongeng, mengagumkan karena nyata.


2. Who is the first person?

Banyak pandangan soal penciptaan manusia pertama. Mulai dari pandangan segi agama yang Dawkins sendiri anggap mitos, maupun legenda yang berasal dari suku-suku tertentu. Saya sendiri sebenernya agak tergelitik di sini. Saya memahami bahwa Dawkins menggiring pembaca ke arah yang cenderung logis absolut, memandang agama sebagai sesuatu yang agaknya irasional. Yah, walau saya punya opini sendiri mengenai interpretasi kitab suci, tidak masalah jika Dawkins punya pendapat yang bersebrangan. Toh topik utama buku ini adalah sains, bukan debat kusir mengenai agama.

Kembali ke topik, Dawkins ngejelasin teori evolusi di bagian ini dengan mantap jiwa www. Saya bener-bener merekomendasikan bab ini untuk di baca bagi kalian yang masih aja nyangkal teori evolusi Darwinisme. Jujur aja saya sering kesel ngelihat orang di sosial media yang nyablak bilang gak nerima teori evolusi karena gak mau disamain dengan kera. Hell no! They don't even know how evolution theory works! Sedih saya tu. Well, berhubung timingnya pas, saya bakal jelasin teorinya sedikit berbekal kutipan dari bukunya Dawkins.

Dawkins ngambil analogi pake percobaan pikiran. Bayangin di sini kita bisa time travelling. Sekarang, kita semua tau kalo kita orang Indo bisa nikah antar suku, bahkan dengan bule yang ras-nya cenderung beda sama kita. Next, kita ngelakuin perjalanan waktu ke tahun 80-an. Ketemu sama orang-orang di tahun itu. Masih bisa ngerti bahasa mereka, kan? Bayangin kalo seandainya kita nemuin jodoh di sana dan nikah. Dari hasil pernikahan itu bisa menghasilkan anak kan?

Nah, sekarang bayangin kita mundur jauh ke 10 ribu tahun. Ketemu bangsa jaman dulu, ngerti gak bahasa yang mereka gunain? Ya nggak. Tapi seandainya kita ketemu jodoh di sana, masih bisa nikah punya anak. Sekarang, ambil 1 orang di jaman itu dan ajak travelling.

Pergilah mundur lagi ke 10 ribu tahun. Nikahin orang yang tadi dibawa dengan penduduk tahun ini. Oke mereka bisa nikah. Sekarang ambil 1 penduduk di tahun ini kayak yang pertama tadi. Bawa lagi mundur 10 ribu tahun. lakuin hal ini terus sampe 100 kali. Pasti setiap orang yang kita bawa itu bisa dinikahin kan?

Wait, setelah 100 kali ngelakuin time travelling secara mundur, kita mulai sadar kalo bentuk spesies manusia ternyata berubah makin purba. Anggaplah ternyata nenek moyang kita makin mirip kera tapi bukan kera modern (kera jaman purba). Bisa gak kita nikah sama nenek moyang ini? ya pasti nggak. Orang beda banget bentuknya. Bayangin apakah kera modern (di tahun 2020 ini) bisa nikah sama kera purba itu? Ya gak bisa juga. Orang udah beda banget perkembangannya. Sekarang nikahin makhluk yang kita bawa dari 10 ribu tahun sebelumnya. Nah! baru bisa. Masuk akal tapi aneh, kan???? Itulah teori evolusi.

Kalo mau dilanjutin, kita bisa mundur sampe ke ratusan juta tahun yang lalu dan nemuin bahwa dulu gak ada yang namanya mamalia. Kehidupan bermula dari air. Iya, salah satu nenek moyang kita juga adalah ikan purba, bukan cuma kera (yang tentunya gak sama kayak ikan di tahun 2020 ini). Kalau dari teori sains, semua makhluk hidup itu berasal dari makhluk uniseluler awalnya yang nantinya berkembang melalui evolusi panjang jadi kayak sekarang.

Jadi, kita sama kera modern itu bersaudara, saudara deket. Kita sama ikan modern juga saudara, tapi saudara jauh (karena bentuk ciri kita berpisahnya udah dari ratusan jutaan tahun yang lalu, lebih lama di banding dengan kera).

Terus siapa orang pertama? Ya jawabannya gak ada. Terus siapa Homo sapiens? Ya mereka leluhur kita. Homo erektus leluhur kita juga? Nggak, tapi mereka saudaranya Homo sapiens (karena bentuk ciri mereka udah berpisah jutaan tahun lalu). 

Got it? Jadi jangan ngeremehin teori evolusi lagi ya gengs. Apalagi sekarang udah masuk ke zaman emasnya teori pewarisan sifat. Malu kita udah sok-sokan nentang padahal baru baca aja tapi gak paham wwww. 
Yah kalo masih belum paham, silakan baca buku tentang teori evolusi (agak berat sih, mending baca buku ini aja sebagai permulaan! www).


3. Why are there so many different kinds of animals?

Ini sebenernya lanjutan teori evolusi. Di sini Dawkins jelasin kenapa evolusi bisa terjadi. Karena adanya isolasi. Dia ambil analogi pergeseran bahasa untuk ngejelasin teori isolasi. Misal bahasa sehari-hari Indonesia sekarang. Ya, taulah betapa gahoelnya kita sekarang nyampur-nyampurin bahasa Indonesia sama Inggris (termasuk saya www).

Kita emang masih nyambung ngomong sama kakek-nenek kita. Tapi bayangin ketika kita hidup di masa mereka muda. Bahasanya agak beda kan sama bahasa gahoel anak jaman sekarang? Mundur lagi ke beberapa abad sebelumnya di Indonesia, jaman kerajaan. Bisa ngeartiin prasasti gak kalian? Ya enggak, orang udah beda banget wwww.

Kenapa bahasa bisa berubah padahal lokasi tempatnya masih sama di tanah tempat Indonesia berada? Ya karena adanya pergeseran. Kita di jaman ini udah masuk ke zaman globalisasi, makanya bahasa yang digunain cenderung kebarat-baratan. Pas jaman penjajahan Belanda dulu orang kepapar sama budaya dan bahasa Belanda, makanya beda ejaannya dengan sekarang. 

Sama kayak evolusi. Kita jutaan tahun tinggal di daratan Asia Tenggara, punya perawakan yang mirip sama Malaysia, Thailand, Philippina dll. karena serumpun. Sama orang Jepang, Korea, dan China agak beda karena mereka bukan Asia Tenggara. Tapi kita lebih mirip sama Jepang dibanding orang rumpun Eropa. Karena apa? Karena kita masing-masing terisolasi di benua yang beda dengan mereka. Yah, biarpun jatohnya masih bisa kawin antar ras. Coba aja perkawinan antar suku maupun negara dilarang sampe ke jutaan tahun berikutnya. Pasti anak cucu kita di jutaan tahun ke depan gak akan bisa kawin sama orang Eropa. 

Gitulah cara evolusi bekerja dan itulah jawaban kenapa kita sama kera modern bisa berpisah garis keturunan.


4. What are things made?

Di bagian ini gak ada cerita soal mitos karena menyangkut teori atom. Yaiyalah, orang dulu mikroskop aja belom ketemu, apalagi atom.
Di bagian ini, Dawkins banyak jelasin soal atom yang berbaris menyusun suatu benda. Benda apapun itu. Seluruh benda yang ada di dunia, tubuh kita, bahkan udara yang gak bisa kita lihat isinya ternyata adalah atom-atom yang bergerak bebas. 

Dawkins juga ngejelasin bahwa 99% isi atom sendiri adalah ruang kosong, ruang hampa. Loh kok? Terus kenapa benda bisa tetep keras? Ya karena adanya gaya tarik-menarik antar atom. Jadi biarpun ruang hampa, gaya tarik-menarik ini ngebuat benda gak bisa ditembus semudah itu, gengs wwww.

Di bagian ini penjelasan soal quark cuma disinggung sekali karena Dawkins sendiri mengakui kalau dia gak ahli di bidang itu, tapi seenggaknya dia ngejelasin bagian ini dengan kalimat yang sangat mudah dipahami dan teori atom yang dikasih cukup buat orang awam. Good job!


5. Why do we have night and day, winter and summer?

Di bagian ini sebenernya mirip kayak penjelasan buku-buku astronomi anak lainnya, teori heliosentris. Siang dan malam ada karena bumi berotasi di porosnya dan musim tercipta karena bumi berevolusi mengelilingi matahari + adanya kemiringan poros bumi (kalo bumi gak miring, beda musim gak akan tercipta).

Tapi ada materi yang dijabarin lebih, kenapa planet bisa tetap berada di orbitnya? Pas muterin matahari gak tiba-tiba mental keluar? Yah taulah ya ini arahnya bakal ke teori Newton soal gaya sentrifugal maupun sentripetal.

Dawkins ngejelasin ini dengan gaya bahasa yang manjiw lagi huhu, seneng saya tuh. Dia nganalogiin peluru meriam yang diletusin horizontal lurus. Pas diletusin, peluru yang awalnya keliatan meluncur lurus lama-lama akan jatuh ke tanah, kan? (bentuk gerakan parabola).
Tambahin kecepatannya 100.000 kali lipat (peluru bakal melesat jauhhh bahkan sampe bisa ngelilingin bumi beberapa kali). Inilah dasar kita bisa ngorbitin satelit buatan. 

Dawkins juga ngejelasin beda massa sama bobot di bagian ini. massa bakal sama di mana aja, bobot bisa beda-beda tergantung gravitasi, gitulah intinya. 


6. What is the Sun?

Matahari adalah suatu bintang. Oke, udah kejawab sebenernya. Tapi Dawkins ngasih banyak bonus lain di bab ini. Dia jelasin riwayat hidup bintang mulai dari mereka lahir sampai perjalanan hidup yang beda-beda tergantung seberapa besar energi yang dimilikinya. Dijelasin juga sedikit mengenai galaksi, asteroid, maupun meteor.

Selain itu, di bagian ini ada penjelasan lain dari fungsi matahari. Seluruh energi yang kita makhluk bumi manfaatkan selama ini nyatanya hanya berasal dari 1 sumber. Matahari. Mulai dari proses alami macam fotosintesis, sampai mesin-mesin buatan semuanya mengandalkan matahari.


7. What is a rainbow?
Mitos di bab ini super duper banyak banget. Ya jelaslah ya, pelangi yang emang kemunculannya jarang, misterius, tapi bentuknya super indah pasti nimbulin banyak rumor www. 
Dawkins langsung jelasin bahwa cahaya yang bisa kita lihat oleh mata sebenarnya terbagi lagi di dalam spektrum. Pelangi timbul karena adanya refraksi (pembengkokan, pembiasan). Setiap warna cahaya punya sudut bengkok yang beda (merah paling lancip dan biru paling tumpul). 

terus cahaya sendiri apa? Cahaya bisa dianggap getaran, gelombang. Gelombang elektromagnetik. Sebenernya spektrum cahaya sendiri lebih luas daripada merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Di atas ungu masih ada sinar UV, walaupun kita gak bisa liat. Di atasnya ada lagi sinar X yang juga gak bisa kita lihat. Kalau yang di bawah merah, ada yang namanya infra merah, infra jingga, dll. Sama aja gak bisa kita lihat juga. Reseptor mata kita terbatas.

Tapi kok kita bisa lihat foto rotgent? Kita aslinya gak bisa lihat sinar X, jadi kita harus menginterpetasikannya dalam suatu warna yang bisa kita lihat, diputusin dalam rontgen warna yang digunakan hitam dan putih.
Kalau gak semua warna bisa kita lihat? kenapa banyak bertebaran foto supernova oleh NASA? Foto berbagai cahaya yang dipancarkan oleh benda luar angkasa? Ya sebenernya sama aja kayak sinar X. Kita aslinya gak bisa lihat, cuma interpretasi foto aja biar bisa dibedain antar sinar.
Mantep banget emang penjelasan Dawkins huhu.


8. When and how did everything begin?

Sudah pasti di bab ini teori bigbang yang dijelasin,
tapi ada satu teori yang asing bagi saya. 

Spektroskop, mesin pelangi kata si Dawkins definisi dangkalnya. fungsinya buat ngukur spektrum cahaya secara akurat karena mata kita gak bisa ngelihat warna di atas ungu dan yang lebih rendah dari merah. Dawkins ngejelasin cara kerja spektroskop dengan semudah mungkin, berhubung saya baru ngeh soal teori ini dari buku Dawkins yang ini aja, saya putusin buat gak banyak jelasin. Takut melenceng nanti wwww, sorry gengs.

Ada juga bab soal teori efek Doppler. Kalo kita posisinya di tempat yang diam (di jalan misalnya), ngedenger mobil yang lewat lama-lama suaranya bakalan gede pas deket dan ngecil pas ngejauh. Padahal aslinya mesin mobil itu bunyinya tetep sama, gara-gara makin berjarak makanya berubah jadi ngecil suaranya. Gitu juga sebaliknya.


9. Are we alone?

Dawkins jawab nggak tau. Tapi kalau disuruh milih cenderung ya atau nggak adanya kehidupan lain di semesta ini, dia percaya iya, ada. Tapi mungkin cara mereka hidup bakalan bener-bener jauh beda dari makhluk hidup yang ada di bumi karena faktor lingkungan planet mereka dan tergantung seperti apa bintang yang mereka punya sebagai sumber energi. 

Dawkins juga ngejelasin menurut pandangan dia planet apa yang ideal buat terjadinya kehidupan, suhu seperti apa, kenapa keberadaan air penting buat nentuin potensi ada nggaknya kehidupan. Bahkan dia juga mikirin organ apa kira-kira yang bakal mirip dengan makhluk di bumi.
Mata. Dia ngejelasin bahwa keberadaan mata sangat esensial sebagai alat pemindai. Mata yang dia maksud gak harus punya cara kerja yang sama kayak makhluk yang ada di bumi. Bisa jadi mata itu mirip parabola penerima gelombang radio, teleskop, dll. 

Bab ini gak menyajikan banyak teori konkrit yang emang udah terbukti. Kita diajak berhipotesis tapi tetep menggunakan teori dan konsep. Well, ya. Saya cukup menikmati bab ini.


10. What is an earthquake?

Ya taulah ya, teori tektonika lempeng. Dia ngejelasin gimana proses pergerakan lempeng bumi. Perubahan lempeng bumi dari waktu ke waktu, adanya pemekaran dasar laut yang terjadi karena didorong oleh panas bumi dari dalam. Yah, gak banyak hal yang aneh menurut saya di teori ini, standar. Penjelasannya mirip-mirip kayak materi SMP geografi yang pernah saya pelajarin. Cuma di buku ini lebih detail sih, apalagi ketolong banget sama gambar-gambar ilustrasinya.


11. Why do bad things happen?

Di sini Dawkins berusaha ngejelasin serasional mungkin bahwa semua kesialan itu cuma kebetulan. Gitu juga dengan keberuntungan. Di sini pendekatan teori yang dipake lebih ke probabilitas matematika. Ya intinya, biasa ajalah. Mau kita optimis ataupun pesimis, kemungkinan yang bakal terjadi di alam masa bodo aja gitu. Yang namanya kemungkinan gak mandang kalian sial berapa kali dulu baru dibikin beruntung. Probabilitas sial dan untung bakal selalu sama.


12. What is miracle?

Menurut saya, Dawkins sangat mantap dalam nyusun urutan babnya. Di awal dia ngejelasin dulu dengan tegas batasan mitos dan realita. Masuk ke bab-bab selanjutnya, ngejelasin teori dengan cara simpel yang mindblowing. Terus 2 bab penutup, balik lagi nyenggol mitos. Bahas tuntas bahwa semua hal ada silogismenya, gak cuma nerka-nerka.
Semua hal tanpa bukti dan logika hanyalah rumor, kebetulan, dan kisah-kisah yang dilebih-lebihkan.

Di akhir bab ini ada sub bab yang lumayan khas: "keajaiban hari ini, teknologi esok hari".
Banyak hal yang sampe sekarang masih belom bisa dijelaskan ilmuwan, tapi bukan berarti semua misteri itu adalah hal yang ajaib dan gak masuk akal. Bilang aja kalau hal itu masih teka-teki, tantangan yang harus di hadapi buat dipecahin, bukan sihir sama sekali.

Mukjizat, sihir, dan mitos itu menyenangkan. Tapi kebenaran memiliki sihirnya tersendiri.
Sains punya sihirnya sendiri, yaitu sihir realitas.

Mantep abis bab 12 sebagai penutup ini.
.

Well, kira-kira seginilah kemampuan yang cuma bisa saya bagi dalam ngereview buku ini. Kepanjangan dan agak muter-muter kayaknya. Jujur aja saya suka banget sama buku ini. Otak saya berasa dicompress cara berpikirnya jadi lebih simpel dari sebelumnya. Love banget sama pembawaan Dawkins di buku ini.

Maafkanlah penilaian-penilaian penuh emosi saya di awal ketemu buku ini yang nganggap bahwa buku ini cuma layak buat anak-anak. Saya yang kuliah nyatanya biarpun ngerti teori-teori ini masih terpukau pas Dawkins jelasin ulang wwww. 
Mohon maaf juga kalau ada teori yang jatohnya malah meleset pas saya deskripsikan. Sangat menerima masukan kalian kalo ada kesalahpahaman dalam maksud teori yang disajikan buku ini.

Silakan dibaca bukunya bagi yang belom baca.

Until next time, bye bye and see ya!

0 comments:

Posting Komentar

Berpikir untuk meninggalkan pesan/review? :)))