تَبٰرَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُۖ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌۙ
Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
ࣙالَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُۙ
Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.
Entah sudah berapa kali mengulang surat ini setiap malam datang, berkali-kali itu pula aku belum bisa memaknai firman-Nya. Aku membaca, mengarti, mencoba memahami. Mencoba lagi, lagi, dan lagi. Sebelum pagi datang dan aku harus bekerja kembali. kembali ke ICU.
yang mematikan dan menghidupkan,
yang menciptakan berpasang-pasangan
yang memberi kekayaan dan kecukupan.
Apakah manusia akan memperoleh segala yang dicita-citakannya?
Tidak, hanya bagi Allah kehidupan akhirat dan dunia itu.
Manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakan dan usahanya kelak akan diperlihatkan. Dan kepada Allah lah semua kesudahan tersebut.
"Bermain" di ICU selama 1 tahun lebih membuatku banyak belajar.
Hampir setiap hari aku menertawai "kebodohan diri", lalu menangis karena "kebodohan diri" pula.
Banyak kematian yang kusaksikan, banyak juga yang terbangun dari komanya.
Mulai memahami makna "mencintai walau maut memisahkan".
Tidak peduli kaya atau miskin, semua jiwa berjuang di ICU.
Ada yang begitu emosional tidak rela kehilangan, begitu berusaha menentang takdir kematian. Yang lain hanya diam berserah, berusaha menerima dengan segala kecukupan.
ICU bukan tempat kerja awal yang aku ekspektasikan. Tapi karena Dia sang Maha Penggenggam Jiwa, hatiku dengan mudahnya dibolak-balikkan.
Frasa "Opsi terbaik" atau pun "Opsi terburuk" itu ternyata tidak pernah aku temukan. "Hidup itu bagus, mati itu buruk" juga tidak ada.
Semua itu hanya ekspektasiku sejak awal, hanya prasangka.
Padahal semua takdir Allah yang ciptakan. Tugas kita hanya ikhtiar, berusaha.
Manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakan dan usahanya kelak akan diperlihatkan.
Mungkin kita tidak bisa memperoleh segala yang diekspektasikan, tapi Allah selalu dan Maha benar firman-Nya. Jadi, percaya saja, terima, dan jalani hingga kita diberikan kepahaman oleh-Nya.
Sesungguhnya beserta kesulitan selalu ada kemudahan
Tahun lalu ketika aku masih awal-awal di ICU, aku mengatakan:
Aku melihat semuanya di ICU.
but for the best right option... I never see 'You' in ICU.
Tahun ini mungkin aku akan mengatakan:
There is no best option at all, there is only the best destiny that must be endured. And often, the best path given by The Divine cannot be comprehended,
except by His will.
Now I really see 'You', in the quiet glow of the ICU.
0 comments:
Posting Komentar
Berpikir untuk meninggalkan pesan/review? :)))