KUAS TAK BERTINTA ------ Let's Think and Do It

Sabtu, 17 Oktober 2020

Book: The Magic of Reality

 


Kalau kalian tanya buku apa yang paling mengesankan bagi saya hingga saat ini, jawabannya adalah The Magic of Reality. 
Bukan karena teori gila yang dicetuskan oleh si Dawkins dalam buku ini, oh ayolah... masih ada The Selfish Gene yang lebih kontroversial. Bukan juga karena diksi super indah yang disajikan dalam setiap paragrafnya. Ilustrasi? Ilustrasinya memang keren, tapi masih banyak buku lain yang menurut saya punya gambar lebih wah.

Rabu, 14 Oktober 2020

Opinion: Menenun Renung


Aku, teraktivasi dari kumpulan kerja sama gen yang disentuh lingkungan duniawi. 
Aku, secara naluri menggunakan seluruh aspek diri, mempertahankan aktivasi hidup yang diberi. 
Aku, entah sejak kapan mengklasifikasi beda diri dengan sekitar, sadar akan pembatas intra dan inter.
Aku, merasa sombong menggunakan fungsi luhur tertinggi, mulai berani mencari tak hanya sekadar diberi.

Aku yang kini mulai berlari, melesat tak terkendali.
Aku yang melambung tinggi, mendadak terhempas ke dasar oleh gravitasi.
Aku yang penyangkal tingkat tinggi, tak peduli berpikir di tengah lautan api.
Aku yang menyala menerangi seluk-beluk negeri, mencari yang tak pasti hingga akhirnya berpikir untuk kembali.

Ya, aku... si pencari jati diri yang berujung tersesat merasa frustasi.

Hisashiburi...
Hai, sepertinya pandemi telah menyelamatkan sisi kehidupan yang hampir saya hapus dalam memori. Well, mari kita lihat sudah sejauh apa perubahan gaya menulis saya? Tenang aja, saya gak bakal formal dan akan pake gaya bahasa kasual setelah ocehan buntu sok puitis yang di atas.

Senin, 14 Mei 2018

Metaphor: Kisah Sang Sakit


Namanya Sakit. 

Dia selalu mengalah dan muncul di akhir sebuah kisah. Kisah perih bertinta darah, kisah perih bewarna air mata. 

Sakit yang hancur memecah bagaikan kaca, Sakit yang lebur di titik panas tertinggi. Dia tau semua benci, tapi dia tidak bisa memilih. Bukan, dia tak mungkin memilih.

Sabtu, 31 Maret 2018

Metaphor: Negeri Seribu Wajah


Masih kuingat dalam memori, bagaimana kedua orang tuaku mengajarkan cara memahami orang lain lewat ekspresi. Pelajaran penting sebagai manusia si makhluk sosial. Mengerti orang lain dengan membaca air muka, cara yang sederhana dan mudah. Identifikasi, klasifikasi, dan simpulkan.

Senyum melambangkan kebahagiaan, tangis melambangkan kesedihan, marah melambangkan kekesalan, dan lain-lain. Sudah merupakan persepsi umum bahwa ekspresi mengungkapkan suasana hati.

Apa yang kau lakukan saat bahagia? Tersenyum. Saat sedih? Menangis. Saat kesal? tentu saja amarah akan meluap. 

Sangat mudah mengklasifikasi mana kebahagiaan dan kesedihan. Keduanya memiliki batas perbedaan yang jelas dari pengamatan segi ekspresi terhadap situasi.


Senin, 08 Januari 2018

Opinion: Berpikir Bahwa Berpikir


Aku berbeda dari orang lain. Tentu saja, hal tersebut merupakan pernyataan klise. Sudah jelas bahwa setiap orang itu berbeda. Dari hal terkecil macam gen sampai pola pikir otak mereka. Mereka tidak bisa memilih susunan basa nitrogen dalam DNA sebelum dilahirkan, kan? Membuat permintaan khusus ingin dikandung ibu siapa, ayah yang bagaimana, dan lainnya. Mereka hanya bisa menerima. Terkesan sangat tak adil, bukan?

Tapi terkadang ada yang mengganjal pikiranku... Siapa yang sebenarnya tidak adil? Tuhan yang menciptakan kita tanpa memberikan opsi untuk memilih atau kita sendiri sebagai manusia ciptaannya? 

Minggu, 15 Januari 2017

Buku: The Books of Elsewhere: The Shadows


Buku ini sebenernya udah lama banget saya baca, pas jaman kelas 8 SMP. Cuma karena isinya yang bagus banget, jadi saya nge-review deh. The Book of Elsewhere ini sebenernya ada 5 volume. Tapi saya cuma pernah baca yang volume pertama aja. Entah karena gak hoki atau emang karena belum sempet ketemu aja di toko buku. Ada niat mau beli online sih, tapi karena ada 4 volume... harganya itu loh wkwkwk.

Oh iya, sebenernya review saya yang kali ini juga bakalan kelihatan formal banget. Soalnya saya ambil ini dari tugas resensi buku saya sendiri sih wkwk. Yah ga apalah toh sama aja bahasannya, gaya bahasa aja yang beda.

Selasa, 09 Agustus 2016

Opinion: Same But Different


Apa yang kalian rasakan saat menatap hal yang sama namun terasa berbeda?
Apa yang kalian pikirkan ketika sadar ada sesuatu yang hilang  dan terasa mengganjal?
Pernahkah kalian mencari jawaban mengapa emosi terkadang dapat mengalahkan rasionalitas?
Aku sendiri tak pernah mengerti... akan hal yang sama namun terasa berbeda.