We didn't care what we were made of
Our eyes were set on a distant sun
It was shimmering gold
We carried our past and cradled the storm
We tried to conceal the scars we wore
'Cause we couldn't show what we couldn't show
Only you can save yourself
Hai... selamat datang di tahun 2021? Atau 2020 2.0? LOL.
Ya ya ya, terserah. Yang jelas, I come back stronger than myself in 2013 era :""")
Ada banyak hal yang saya lalui di tahun kemarin, membuat saya memiliki banyak rencana yang ingin diterapkan untuk tahun ini. Saya menggantungkan banyak ekspektasi untuk 2021. Hello, 2021... I believe in you.
Jadi, apa aja rencananya? Let's take a look.
Hai...
Sorry not sorry saya selalu kembali mengisi blog ini dengan opini. Opini pribadi, tanpa data, murni perasaan.
Beberapa bulan belakangan, saya mencoba keluar dari zona nyaman. Berusaha menjadi anak super sosial, berusaha keras menjalin komunikasi sebanyak mungkin dengan siapapun, dan mulai menyadari macam-macam emosi yang ada di sekitar saya. Ada banyak kehidupan lain yang menarik selain hidup saya sendiri rupanya. Hahaha, hidup dalam kepala sendiri terkadang membosankan dan saya pikir tamasya ke zona luar cukup menyenangkan.
Saya bermain peran. Mencoba mereverse kepribadian. Saya mencoba menjadi ekstrovert, begitu terbuka terhadap beberapa hal. Kaget dengan sensasi lega sesaat sebelum akhirnya mulai menyesal menceritakan beberapa hal pribadi (yang walau sebenarnya bukan tergolong privasi bagi saya. Tenang saja, saya paham batasannya) pada orang lain. Mencoba lebih mengobservasi dunia luar, menyikapi sesuatu dengan spontan, walau tetap ada sedikit planning. Yang terpenting, saya mencoba bereksperimen dengan perasaan... mencoba merasakan perasaan orang normal. Menyenangkan, tapi melelahkan.
Saya tak menyangka bahwa...
Menyadari akan adanya berbagai emosi dalam diri itu ternyata.... sangat aneh dan terasa asing bagi diri saya.